Cari Materi

Rabu, 10 Oktober 2012

Pertemuan 2. FILSAFAT " PENGERTIAN FILSAFAT



Filsafat dari Segi Bahasa

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia atau philosophos. Philos atau philein berarti teman atau cinta, dan shopia atau shopos berarti kebijaksanaan,
pengetahuan, dan hikmah. Filsafat berarti juga mater scientiarum yang artinya
induk dari segala ilmu pengetahuan. Kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah (Arab), philosophie (Prancis, Belanda
dan Jerman), serta philosophy (Inggris). Dengan demikian filsafat berarti mencintai hal-hal yang  bersifat bijaksana (menjadi kata sifat) bisa berarti teman
kebijaksanaan (menjadi kata benda) atau induk dari segala ilmu pengetahuan.

Phytagoras (572 -497 SM) ditahbiskan sebagai orang pertama yang memakai kata philosopia yang berarti pecinta kebijaksanaan (lover of  wisdom) bukan kebijaksanaan itu sendiri.

Plato (427- 347 SM) mengartikannya sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat dialektika

Aristoteles (382 – 322 SM) mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan tentang kebenaran.

Al- Farabi (870 – 950 ) mengartikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan hakekat alam yang sebenarnya.

Descartes (1590 – 1650) mendefinisikan filsafat sebagaikumpulan ilmu pengetahuan tentang tuhan, alam danmanusia.

Immanuel Kant (1724 – 1804) mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok danpangkal dari segala pengetahuan. Menurut Kant ada empat hal yang dikaji dalam filsafat yaitu: apa yang dapat manusia ketahui? (metafisika), apa yang diketahui manusia ?(etika), sampai dimana
harapan manusia? ( agama) dan apakah manusia itu ?
(antropologi)

Merriam-Webster dalam kamusnya filsafat adalah literally the love of wisdom, in the actual usage, the  science that investigates the most general facts and prinsciples of reality and human nature and conduct:
logic, ethics, aesthetics and the theory of knowledge.

Kesimpulan
• Kenyataannya semua definisi filsafat di atas tidak pernah dapat menampilkan pengertian yang sempurna karena setiap orang selalu berbeda cara dan gaya dalam mendefinisikan suatu masalah. Definisi dan pengertian
tidak akan menyesatkan selama kita memandangnya sebagai cara pengenalan awal atau sementara untuk mencapai kesempurnaan lebih lanjut.
• Dengan demikian filsafat merupakan ilmu yang  mempelajari dengan sungguh-sungguh hakekat kebenaran segala sesuatu. Dengan bantuan filsafat,
manusia berusaha menangkap makna, hakekat, hikmah dari setiap pemikran, realitas dan kejadian.
Filsafat mengantarkan manusia untuk lebih jernih,  mendasar dan bijaksana dalam berfikir, bersikap, berkata, berbuat dan mengambil kesimpulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar