Metode
Metode ialah
suatu kerangka kerja untuk melakukan suatu tindakan, atau suatu kerangka berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, berarah dan
berkonteks, yang paut (relevant) dengan maksud dan tujuan. Secara ringkas, metode ialah suatu sistem
berbuat. Karena berupa sistem maka metode merupakan
seperangkat unsur-unsur yang membentuk suatu kesatuan.
Unsur-unsur metode ialah
wawasan intelektual, konsep,
cara penghampiran
(approach) persoalan, dan rancangbangun alas data (database). Wawasan intelektual
(approach) persoalan, dan rancangbangun alas data (database). Wawasan intelektual
berkenaan dengan nalar, tanggap rasa (sensation), cerapan (perception),
pengalaman, dan ilmu pengetahuan. Konsep adalah
hasil proses intelektual berupa kejadian imajinatif untuk memperluas atau memperkaya cerapan, sehingga dapat
dibentuk gagasan baru yang dapat menganalisis
persoalan secara lebih cermat. Cara berkenaan dengan pola berfikir. Alas data ialah
cerminan citra tentang "kenyataan" yang dimiliki seorang peneliti,
atau cerapan peneliti tentang "kenyataan". Alas
data dirancangbangun sedemikian rupa agar semua data yang
terkumpulkan dapat dialokasikan kepada kedudukan atau fungsinya yang sepadan menurut maksud dan tujuan penelitian.
Penelitian
Penelitian (research) ialah suatu
kegiatan mengaji (study)
secara teliti dan teratur dalam suatu bidang
ilmu menurut kaidah tertentu. Kaidah
yang dianut ialah metode. Mengaji
ialah suatu usaha memperoleh atau
menambah pengetahuan. Jadi,
meneliti dilakukan untuk
memperkaya dan meningkatkan kefahaman tentang sesuatu.
Ada kegiatan yang disebut penyelidikan (investigation), yaitu mencari fakta secara teliti
dan teratur menurut suatu kaidah tertentu untuk menjawab suatu pertanyaan.
Jadi, menyelidik dikerjakan untuk
menjelaskan sesuatu. Pada asasnya suatu penyelidikan dinyatakan selesai
setelah berhasil menemukan penyebab kejadian. Suatu penelitian baru dianggap
selesai setelah berhasil menetapkan
Ilmu
adalah pengetahuan yang
telah diatur menjadi
suatu sistem pengertian. Berbagai
pengetahuan yang menjadi anasir (component) ilmu
yang bersangkutan dikaitkan satu dengan yang
lain sehingga membentuk suatu kerangka pengertian yang disebut ilmu. Ilmu menjadi rujukan penelitian, membentuk wawasan
intelektual yang menjadi salah satu unsur
metode penelitian.
Ilmu tersusun atas fakta dan teori. Dengan sarana fakta dan teori
ilmu membuka peluang untuk
memahami makna suatu
gejala yang teramati
dan pada gilirannya kefahaman tersebut dapat
memberikan peluang menyelesaikan persoalan. Sasaran ilmu ialah menjelaskan,
meramalkan dan mengendalikan keadaan. Ilmu tidak sekadar memerikan (describe)
fakta, yaitu mengumpulkan, memilahkan dan menghubungkan data untuk mengindera
gejala, akan tetapi bertujuan memberikan kejelasan tentang hakekat gejala.
Hakekat gejala berisi penjelasan mengenai (1) mengapa gejala itu ada dan bukan
gejala lain, (2) bagaimana gejala tersebut
terjadi dan mengapa demikian, dan (3) kapan gejala itu timbul dan mengapa demikian.
Mengaji dapat dikerjakan dengan jalan
membaca, mengamati kejadian, melakukan
sigi (survey), membuat percobaan lapangan atau rumahkaca, atau mengadakan analisis
laboratorium. Maka ada penelitian pustaka, penelitian pengamatan (observational
sigi (survey), membuat percobaan lapangan atau rumahkaca, atau mengadakan analisis
laboratorium. Maka ada penelitian pustaka, penelitian pengamatan (observational
research),
penelitian geografi, dan penelitian analitik dengan percobaan (experimental
research). Akhir-akhir ini banyak dilakukan penelitian dengan acuan pengimak (simulation
model).
research). Akhir-akhir ini banyak dilakukan penelitian dengan acuan pengimak (simulation
model).
Data
Data
atau bahan keterangan
ialah fakta yang
dapat ditarik menjadi
suatu
kesimpulan dalam kerangka persoalan yang digarap. Fakta ialah kenyataan yang telah
didudukkan dalam kerangka persoalan. Pengertian kenyataan mencakup segala sesuatu
yang teramati, tersidik atau terukur, pengalaman dan pendapat yang diakui sebagai suatu
kebenaran umum dan bersifat mantap. Teori, hukum dan kaedah termasuk fakta.
kesimpulan dalam kerangka persoalan yang digarap. Fakta ialah kenyataan yang telah
didudukkan dalam kerangka persoalan. Pengertian kenyataan mencakup segala sesuatu
yang teramati, tersidik atau terukur, pengalaman dan pendapat yang diakui sebagai suatu
kebenaran umum dan bersifat mantap. Teori, hukum dan kaedah termasuk fakta.
Sebagaimana persoalan yang menjadi kerangkanya, fakta juga
bersifat subyektif. Kenyataan adalah netral,
obyektif. Misal, dalam persoalan keaweten piring, kenyataan “retak” merupakan
fakta, akan tetapi kenyataan “warna
biru” bukan fakta. Kenyataan “warna
biru” menjadi fakta dalam persoalan keindahan piring.
Berkenaan dengan nada pertanyaan dasar, fakta diberi tanda positif
atau negatif.
Kenyataan yang mengiakan pertanyaan positif atau menolak pertanyaan negatif merupakan
fakta positif. Misal, kenyataan “buku ada di atas meja” menjadi fakta positif karena
Kenyataan yang mengiakan pertanyaan positif atau menolak pertanyaan negatif merupakan
fakta positif. Misal, kenyataan “buku ada di atas meja” menjadi fakta positif karena
mengiakan pertanyaan positif “adakah buku di
atas meja” dan menolak pertanyaan negatif “tidak
adakah buku di atas meja”. Fakta bersifat negatif kalau
kenyataan mengiakan pertanyaan negatif dan menolak pertanyaan positif. Fakta
dalam rangka dugaan sebab-musabab disebut gejala (phenomenon). Dalam rangka
pemastian jawaban, fakta disebut
bukti (evidance).
Perlu penjelasan lebih jauh
BalasHapus